Hello hive friends, I hope you are all well and blessed. In this post, I want to share our activities harvesting long green chilies.
This is our third harvest since last November. We were unable to market these chilies for almost several weeks due to the road to the market being cut off. These chilies are past their harvest period, so they have grown longer and larger, making the branches unable to support the fruit.
Because this time, someone was willing to buy and market them outside the region through adequate alternative routes, we are grateful to be able to harvest these long green chilies. However, after the natural disaster that struck our area, chili prices have dropped significantly. While they usually cost around IDR 50,000 per kilogram, this time these long green chilies are only IDR 8-10,000 per kilogram.
Nevertheless, we were forced to harvest these chilies rather than let them die and rot on their own. The chili pepper stalks also appeared unhealthy after several days of consecutive rain. Some of our chili pepper stalks began to wilt, with brittle stems, drying leaves, and red, rotting fruit.
We've tried to control this plant disease, but the medication doesn't seem to be working properly, especially given the deteriorating condition of the stalks. For this harvest, we chose an area with several healthy chili pepper stalks producing high-quality fruit.
We began picking the stalks around noon, as the overcast weather allowed us to work more relaxed and avoid overheating. These long, green chili peppers have long, large fruit, thanks to the regular fertilization and spraying of pesticides to maintain their quality.
It took our family of five to pick these chilies in just two hours, producing 100 kilograms. Since the buyer only requested 100 kilograms, the picking was completed quickly. Although there are still many chilies left unpicked, we will likely pick them for the next harvest.
In the aftermath of a natural disaster, few buyers are willing to purchase large quantities of chilies, as they face marketing difficulties. This is especially true given the high demand for chilies in the market, as it's the peak harvest season. Restaurants and culinary vendors typically buy a lot of chilies, but due to the natural disaster, many businesses have closed, reducing demand.
The problem is that we can only reach local markets. Due to the natural disaster, life is disrupted, reducing demand for chilies in the local market. Alternatively, we could market outside the region, but this is hampered by transportation, as many roads are blocked or buried by landslides.
This situation has undoubtedly had a significant impact on chili farmers, as the selling price has dropped significantly. Meanwhile, maintenance costs are increasing after days of rain have lashed the plants. Our hope is that we can harvest all of these chilies quickly and market them outside the region once road access returns to normal. Alternatively, we could redden the chilies and dry them in the sun.
After picking, we brought the chilies to the hut on the farm and packed them into sacks. For 100 kilograms of chilies, we needed three large sacks to fit all the chilies we were going to sell.
We sorted the chilies, discarding any wilted ones, and only put the best quality ones into the sacks. Once everything was packed, we waited for buyers to pick up the chilies directly from the farm and pay in cash that same day.
That concludes our activity of harvesting long green chilies in the farm. I hope you enjoyed reading my post.
Halo sahabat hive, semoga anda dalam keadaan sehat dan diberkati. Pada postingan ini saya ingin berbagi tentang aktivitas kami memerik cabai hijau panjang.
Ini adalah pemanenan yang ketiga kalinya sejak bulan november yang lalu, hampir beberapa minggu kami tidak dapat memasarkan cabai ini karena terputusnya akses jalan menuju ke pusat pasar. Cabai ini telah melewati masa panen, sehingga mereka berukuran menjadi lebih panjang dan besar, hal tersebut membuat cabang-cabangnya tidak lagi mampu menopang buahnya.
Karena kali ini ada yang mau membeli dan memasarkannya ke luar daerah melalui jalur alternatif yang cukup, jadi kami kali ini kami bersyukur dapat memanen cabai hijau panjang ini. Namun masalahnya, paska bencana alam yang menerjang wilayah kami, harga cabai menjadi sangat murah, jika biasanya harganya mencapai IDR 50 K perlikogram, namun kali ini harga cabai hijau panjang ini hanya berharga IDR 8-10 K perkilogramnya.
Meskipun demikian, cabai ini terpaksa harus kami panen daripada mati dan busuk dengan sendirinya. Karena kondisi batang cabai juga tampak tidak begitu sehat lagi, paska diguyur hujan beberapa hari berturut-turut, beberapa batang cabai kami tampak mulai layu dengan kondisi batang yang rapuh, daun mengering dan buahnya mulai layu merah membusuk.
Kami telah berupaya untuk menanggulangi penyakit tanaman ini, tetapi namun tampaknya obat tidak bekerja dengan sempurna, terlebih kondisi batang yang memang sangat memperihatinkan. Pemanenan ini kami memilih area dengan beberapa batang cabai yang masih sehat dan menghasilkan buah yang berkualitas.
Kami mulai memetik cabang menjelang siang hari, karena cuaca mendung jadi kami bisa bekerja dengan lebih santai dan tidak kepanasan. Cabai hijau panjang ini memiliki tekstur buah yang panjang dan besar, karena proses pemupukan dan penyemprotan obat yang terus dilakukan secara rutin untuk menjaga kualitas cabai.
Kami berlima sekeluarga memetik cabai ini hanya menghabiskan waktu sekitar 2 jam untuk menghasilkan cabai seberat 100 kilogram. Karena pembeli hanya meminta cabai seberat 100 kilogram, jadi pemetikan cabai ini dapat terselesaikan dengan cepat, meskipun masih banyak cabai lainnya yang belum dipetik dari pohonnya, mungkin itu akan kami petik untuk tahap panen selanjutnya.
Dalam kondisi paska bencana alam, tidak banyak pembeli yang berani menampung cabai dalam jumlah yang banyak, karena mereka kesusahan dalam proses pemasaran, terlebih lagi kondisi di pasar sedang banyak cabai, karena ini sedang memasuki musim panen raya. Biasanya rumah makan dan para penjual kuliner banyak membeli cabai, namun karena kondisi sedang bencana alam banyak usaha yang tutup, sehingga permintaan cabai sudah berkurang.
Masalahnya adalah kami hanya bisa menjangkau pemasaran lokal, karena kondisi sedang bencana alam, kehidupan tidak berjalan dengan normal, sehingga kebutuhan cabai berkurang dipasar lokal. Alternatif lain, kami bisa memasarkan keluar daerah, tetapi terkendala dengan akses transportasi, dimana banyak jalan yang putus dan tertimbun longsor.
Dengan kondisi seperti ini, tentu berdampak sekali kepada petani cabai, karena harga jual cabai mengalami penurunan yang cukup drastis, sementara itu, biaya kebutuhan untuk perawatan membutuhkan dana yang ekstra setelah pohon cabai diguyur hujan berhari-hari. Harapan kami adalah kami dapat segera memanenkan cabai ini semuanya dan memasarkan keluar daerah setelah akses jalan kembali normal, cara lain adalah mungkin kami dapat memerahkan cabai ini dan menjemurnya hingga menjadi cabai kering.
Setelah selesai memetik, kami membawa cabai ini kerumah gubuk yang ada dikebun, kami memasukkan semua cabai kedalam karung. Untuk berat cabai 100 kilogram, ini membutuhkan 3 karung besar agar bisa muat seluruh cabai yang akan dijual ini.
Kami melakukan sortir kualitas cabai, membuang cabai yang layu dan hanya memasukkan cabai berkualitas ke dalam karung. Setelah semuanya selesai dipacking, kami menunggu pembeli untuk langsung mengambil cabai ini di kebun dan membayar uang tunai pada hari itu juga secara langsung.
Demikianlah aktivitas kami memanen cabai hijau panjang dikebun. Semoga anda terhibur membaca postingan saya.
That concludes my post, I hope you enjoy it...
All photos were taken with Iphone 11>>>
Location Via [//]:# (!worldmappin 4.60070 lat 96.69553 long d3scr)