terbuai dalam kalutan cahaya
diapit dua sudut mimpi memoles bingkai yang berdaki
Atas bawah begitu tenang,
dalam jiwa terasa bagai perang
tak satupun yang bisa menentramkan
melainkan jalan Tuhan jadi pijakan
Kusimpuh kedua lutut
berharap sujud jadi idola
kubungkus segala mimpi
kuhidupkan kembali kesadaran diri